Cari Blog Ini

Minggu, 09 Juni 2013

Kesehatan Reproduksi Remaja


Remaja Oh Remaja
Sebuah resensi persiapan menjelang ananda masuk masa remaja.

Masa remaja adalah merupakan masa peralihan baik secara fisik, psikis maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Remaja adalah aset sumber daya manusia yang merupakan tulang punggung penerus generasi di masa mendatang. Bila dilihat dari komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin, jumlah remaja menempati posisi yang lebih besar dibanding dengan komposisi umur lainnya. 
Besarnya jumlah penduduk usia remaja ini adalah merupakan peluang dan bukan menjadi masalah bagi pemerintah. Pada tahun 1974, WHO memberikan defensi tentang remaja yang bersifat konseptual. Defenisi ini berdasarkan 3 kriteria biologik, psikologik dan sosial ekonomi. Dari segi umur WHO membagi menjadi remaja awal (10 – 14 tahun) dan  remaja akhir (15-20 tahun). PBB menetapkan usia 15-24 tahun sebagai usia pemuda (youth) dalam rengka menetapkan tahun 1985 sebagai tahun pemuda internasional.
  
Di Indonesia, batasan remaja mendekati batasan  PBB tentang pemuda kurun usia   14-24 tahun yang dikemukakan dalam Sensus Penduduk 2010. Menurut sensus ini, jumlah remaja Indonesia adalah 147.338.075 jiwa atau 18,5% dari seluruh penduduk Indonesia. Pedoman umum masyarakat Indonesia untuk menentukan batasan usia remaja yaitu 11 – 24 tahun dan belum menikah. 

Adapun J.J. Rosseau membagi perkembangan jiwa manusia menurut perkembangan perasaannya, yang membaginya menjadi 4 tahap yaitu:
1.      Umur 0-4 atau 5 tahun: masa kanak- kanan (infancy).
2.      Umur 5 –12 tahun: masa bandel (savage stage).
3.      Umur 12 –15 tahun: bangkitnya akal (rasio), nalar (reason) dan kesadaran diri (self consciousness).
4.  Umur 15-20 tahun: masa kesempurnaan remaja (adolescence proper) dan merupakan puncak perkembangan emosi. 
Perkembangan Fisik pada Remaja 


Pada masa remaja seseorang mengalami pertumbuhan fisik yang lebih cepat dibandingkan dengan masa sebelumnya. Ini nampak pada organ seksualnya, dimana biologik sampai pada kesiapan untuk melanjutkan keturunan. Ciri  sekunder individu dewasa adalah pada pria tampak tumbuh kumis, jenggot dan rembut sekitar alat kelamin dan ketiak. Rambut yang tumbuh relatif lebih kasar. Suara menjadi lebih besar, dada melebar dan berbentuk segitiga, serta kulit relatif lebih kasar. Dan pada wanita tampak rambut mulai tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, payudara dan panggul mulai membesar, dan kulit relatif lebih halus.

Sedangkan organ kelamin juga mengalami perubahan ke arah pematangan yaitu:
a)   Pada pria, sejak usia ini testis akan menghasilkan sperma yang tersimpan dalam skrotum. Kelenjar prostat menghasilkan cairan semen, dan penis dapat digunakan untuk bersenggama dalam perkawinan. Seorang pria dapat menghasilkan puluhan sampai jutaan sperma sekali ejakulasi dan mengalami mimpi basah, dimana sperma keluar dengan sendirinya secara alamiah.
b)  Pada wanita, kedua indung telur (ovarium) akan menghasilkan sel telur (ovum). Hormon kelamin wanita mempersiapkan uterus (rahim) untuk menerima hasil konsepsi bila ovum dibuahi oleh sperma, juga mempersiapkan vagina sebagai penerima penis saat senggama. Sejak saat ini wanita akan mengalami ovulasi dan menstruasi. Pada masa menjelang menstruasi pertama (menarch) remaja putri sangatlah sensitif. Mereka juga seringkali mengalami masa prementruasi syndrome (PMS) yang sangat berat. Silakan baca juga cerita tentang diet yang disarankan untuk PMS disini.


Ovulasi adalah proses keluarnya ovum dari ovarium dan jika tidak dibuahi, maka ovum akan mati dan terjadilah menstruasi. Menstruasi adalah peristiwa alamiah keluarnya darah dari vagina yang berasal dari uterus akibat lepasnya endometrium sebagai akibat dari ovum yang tidak dibuahi.

Perkembangan Psikosial pada Remaja 


Kesadaran akan bentuk fisik yang bukan lagi anak-akan menjadikan remaja sadar meninggalkan tingkah laku anakanaknya dan mengikuti norma serta aturan yang berlaku. Menurut Havigrust aspek psikologis yang menyertainya yaitu:
1.      Menerima kenyataan (realitas) jasmani
2.      Mencapai hubungan sosial yanglebih matang dengan teman sebaya.
3.      Menjalankan peran-peran sosial menurut jenis kelamin sesuaikan dengan norma.
4.      Mencapai kebebasan emosional (tidak tergantung) pada orang tua atau orang dewasa lain.
5.      Mengembangkan kecakapan intelektual serta konsep untuk bermasyarakat.
6.      Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu pekerjaan  atau jabatan.
7.      Mencapai kebebasan ekonomi, merasa mampu hidup dengan nafkah sendiri.
8.      Mempersiapkan diri untuk melakukan perkawinan.  

Perilaku Seks Remaja yang Berisiko 


Perilaku seks remaja yang tidak sehat akan menimbulkan beberapa manifestasi khususnya di kalangan remaja sendiri. Masalah yang berkaitan dengan kehamilan yang tidak diinginkan yang meliputi:
a)      Pembunuhan bayi karena faktor malu.
b)      Pengguguran kandungan, terutama yang dilakukan secara tidak aman.
c)      Dampak kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja putri baik terhadap masalah gizi dan kesehatan reproduksi lainnya.
d)     Dampak sosial ekonomi dari kehamilan yang tidak diinginkan.
Selain masalah di atas, masalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang meliputi:
1)      Masalah penyakit menular seksual yang lama, seperti siphilis dan gonorheae.
2)      Masalah penyakit menular seksual yang relatif baru seperti chlamidya dan herpes.
3)      Masalah HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome).
4)      Dampak sosial dan ekonomi dari penyakit menular seksual.  

Menurut Ayke SK, Lembaga Demogrfi UI, Tahun 2002-2003 yang meneliti tentang kesehatan reproduksi, jumlah remaja yang berusia 15-24 tahun dan mencakup 20% penduduk Indonesia. Dari waktu ke waktu, mobilitas remaja Indonesia yang meningkat pesat, arus informasi yang sangat kuat, dan semakin bertambahnya remaja yang berperilaku berisiko ikut meningkatkan kasus penularan HIV/AIDS. Menurut laporan Sekretaris Jenderal pada sesi khusus majelis umum PBB mengenai HIV/AIDS bahwa tiap hari ada 6000 remaja yang terinfeksi HIV. 

Sebagian besar dari mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, informasi yang benar, bahkan keterampilan hidup.  Berbagai upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan infeksi seksual menular lainnya seringkali tidak tersedia bagi para remaja. Pelayanan kesehatan reproduksi pada umumnya hanya membatasi bagi orang dewasa yang sudah menikah dan tidak menyediakan sarana khusus bagi remaja yang hadir tampa wali. 

Bila tersedia pelayanan kesehatan, banyak faktor yang membuat remaja tidak menggunakannya termasuk kurangnya pelayanan yang bersifat pribadi serta menjaga kerahasiaan, petugas yang kurang peka, lingkungan yang tidak aman dan ketidakmampuan membayar. Karena jumlah orang yang terinfeksi HIV meningkat dengan pesat di kalangan usia 15-24 tahun, maka perlu dilakukan upaya-upaya khusus bagi kelompok tersebut. 

 Agar menurunkan dampak secara keseluruhan, upaya dalam mendidik para kaum muda menjadi sangat penting karena pada intinya, memberdayakan generasi muda untuk melindungi diri mereka adalah langkah pertama untuk mengendalikan HIV/AIDS. Salah satu upaya konkrit adalah kesadaran untuk berperilaku seks yang sehat dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka sendiri. 
  
Pengertian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD)
  
Istilah kehamilan yang tidak diinginkan atau KTD mengandung arti sebagai kehamilan yang terjadi saat salah satu atau kedua belah pihak dari pasangan tidak menginginkan anak sama sekali atau kehamilan yang sebenarnya diinginkan tapi tidak pada saat itu, dimana kehamilan terjadi lebih cepat dari yang telah direncanakan. Banyak yang berpikir bahwa KTD hanya terjadi pada remaja yaa.. Tapi ternyata tidak juga, karena pada pasangan yang telah menikahpun KTD masih mungkin terjadi, oleh karena kehamilan yang terjadi memang sedang tidak diinginkan. 

Adapun KTD terjadi akibat telah dilakukannya hubungan seksual, baik yang dilakukan secara sengaja ataupun tanpa disengaja. Beberapa kejadian KTD disebabkan oleh karena tindakan perkosaan ataupun kekerasan seksual. KTD juga dapat terjadi karena kegagalan dalam pemakaian alat kontrasepsi, bayi yang trekandung ternyata menderita cacat majemuk yang berat, kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan untuk menjalani kehamilan, karena adanya tuntutan karir, kehamilan terjadi karena incest (akibat hubungan antar keluarga), serta oleh karena kehamilan terjadi akibat dilakukan hubungan seksual pra nikah, sehingga dirasa masih belum saatnya untuk terjadi, yang didukung pula oleh karena rendahnya pengetahuan akan kesehatan reproduksi dan seksual.

Artinya secara umum pada remaja, kehamilan tidak diinginkan terjadi karena remaja belum memiliki kesiapan untuk menjalani kehamilan, baik secara psikis, sosial, fisik, ataupun secara ekonomi. Hubungan seks pranikah yang dilakukan remaja cenderung berbanding lurus dengan angka kejadian KTD pada remaja. 

Mengacu pada pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abi Thalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:
  1.    Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.
  2.    Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.
  3.    Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.
Artinya masa remaja berada pada kisaran tahap kemitraan, dimana orangtua hendaklah menjadi sahabat buat mereka. Agar mereka merasa nyaman bertanya dan bercerita tentang apa saja. Sex edukasi yang benar dan dilakukan oleh orang yang tepat (dalam hal ini, sebaiknya dilakukan oleh orangtua) akan membantu para remaja menjalani masa "topan badai" ini, segitunya bangetkah?  

Ya menurut Bapak Psikologi Remaja pada awal Abad-20 Stanley Hall, masa dimana para remaja mengalami banyak masalah dan tekanan, sehingga diistilahkan masa topan badai atau strom and stress.

Sebuah Ringkasan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dari Berbagai Sumber :D

Kamis, 06 Juni 2013

Masalah Remaja dan Social Network

Penyebab munculnya masalah pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor dalam diri individu maupun faktor dari luar individu. Faktor dari luar individu salah satunya adalah pengaruh internet yaitu social network. internet sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup masyarakat, karena menyediakan dan memberikan berbagai kemudahan dalam informasi dan hiburan tetapi disisi yang lain internet berdampak negatif bagi perkembangan remaja. Menurut departement kehakiman amerika serikat dalam nurahyani (2011) “20% dari semua pornografi di internet melibatkan anak-anak”
masalah remaja dan social network
Hal serupa juga diutarakan oleh kahfi al fath (2011) “jika seorang pelajar telah tergila-gila dengan facebook maka ia akan melupakan segalanya, termasuk waktu”
Social Network dengan berbagai fitur-fitur menarik telah mampu menarik minat penggunanya, dan membuat penggunanya ‘ketagihan’ untuk selalu menggunakan berbagai fasilitas komunikasi dan hiburan yang disediakan. Bahkan bagi anak-anak sekalipun, sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kesehariannya, bahkan aktivitas up date status sudah menjadi agenda wajib bagi anak-anak. Berbagai fitur menarik seperti infotainment, entertainment, iklan, dan game-game seru telah mampu membius para penggunanya (anak-anak, remaja dan orang tua) untuk terus aktif terhubung dengan social network yang dikemas sedemikian rupa, dan di bubuhi dengan fitur-fitur yang menarik, Tidak heran jika sekarang banyak anak-anak dan remaja lebih suka berlama-lama didepan handphone dan notebooknya dari pada belajar, bahkan hampir-hampir lupa akan waktu makannya. Merupakan suatu problematika yang terjadi dilingkungan sekarang, dan perlu perhatian khusus bagi setiap orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anaknya. sedangkan penggunaan social network yang mengarah kepada edukatif atau pendidikan sangat kecil sekali frekuensinya.


Pendekatan Pembelajaran Tutor Sebaya

Pengajaran tutoring merupakan pengajaran melalui kelompok yang terdiri atas satu siswa dan satu pengajar ( tutor, mentor ) atau boleh lebih seorang siswa mampu memegang tugas sebagai mentor, bahkan sampai taraf tertentu dapat menjadi tutor. 
Menurut Zaini (dalam Suyitno, 2004:36) “metode belajar yang paling baik adalah mengajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi pembelajaran akan sangat membantu siswa dalam mengerjakan materi kepada teman-temannya. Sedangkan menurut Conny Semiawan (dalam Suherman dkk, 2003:276) mengemukakan bahwa tutor sebaya adalah siswa yang pandai memberikan bantuan Belajar kepada siswa yang kurang pandai. Bantuan tersebut dapat dilakukan teman-teman di luar sekolah. Mengingat bahwa siswa merupakan elemen pokok dalam pengajaran, yang pada akhirnya dapat mengubah tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu, maka siswa harus dijadikan sumber pertimbangan di dalam pemilihan sumber pengajaran.
Dengan memperhatikan pengertian tutor sebaya, maka dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya ialah pemanfaatan siswa yang mempunyai keistimewaan, kepandaian dan kecakapan di dalam kelas untuk membantu memberi penjelasan, bimbingan dan arahan kepada siswa yang kepandaiannya agak kurang atau lambat dalam menerima pelajaran yang usianya hampir sama atau sekelas. Untuk menentukan siapa yang akan dijadikan tutor diperlukan pertimbangan-pertimbangan sendiri, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Memiliki kepandaian lebih unggul daripada siswa lain.
b.      Memiliki kecakapan dalam menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru.
c.       Mempunyai kesadaran untuk membantu teman lain.
d.     Dapat diterima dan disenangi siswa yang mendapat program tutor sebaya, sehingga siswa tidak     mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya kepadanya dan rajin.
e.       Tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama kawan
f.       Mempunyai daya kreatifitas yang cukup untuk memberikan bimbingan yaitu dapat menerangkan pelajaran kepada kawannya.
Agar pelaksanaan pengajaran tutor sebaya dapat berlangsung secara efektif dan berhasil, guru perlu memperhatikan pemilihan petugas tutor sebaya dan pembentukan kelompok. Banyaknya petugas tutor sebaya ditentukan oleh ciri-ciri yang telah disebutkan di atas dan disesuaikan dengan banyaknya siswa dalam kelas tersebut dan banyaknya siswa dalam tiap-tiap kelompok yang akan direncanakan. Petugas itu dipilih sebaik-baiknya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin.
Mengenai berapa banyaknya anggota setiap kelompok tidak ada ketentuan yang mutlak harus ditaati sebagai pedoman. Kelompok kecil sebaiknya dengan anggota 3-5 orang, dengan dasar pemikiran bahwa makin banyak anggota kelompoknya, keefektifan, keefektifan belajar tiap anggota berkurang. Sebaliknya jika terlalu sedikit 2  orang, kurang dapat membentuk iklim kelompok yang baik. Kelompok-kelompok itu dapat dibentuk atas dasar minat dan latar belakang, pengalaman atau prestasi belajar. Kehangatan atau iklim kelompok yang baik dapat terbentuk berdasarkan adanya rasa persaudaraan antar anggota.

2.3.1 Kelebihan Pendekatan Tutor Sebaya
Menurut Suryo dan Amin (1982: 51), beberapa kelebihan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut :
a)    Adanya suasana hubungan yang lebih dekat dan akrab antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu.
b)   Bagi tutor sendiri, kegiatan ini merupakan kesempatan untuk belajar berkomunikasi.
c)    Bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak yang dibantu.
d)   Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.

2.3.2 Kekurangan  Pendekatan Tutor Sebaya
Menurut Suryo dan Amin (1982: 51), beberapa kekurangan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut :
a)    Siswa yang dipilih sebagai tutor dan berprestasi baik belum tentu mempunyai hubungan baik dengan siswa yang dibantu.
b)   Siswa yang dipilih sebagai tutor belum tentu bisa menyampaikan materi dengan baik.

Konsep dasar Bimbingan dan konseling•


Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dlm keseluruhan sistem pendidikan khususnya di sekolah; guru sbg salah satu pendukung unsur pelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksana layanan bimbingan pendidikan di sekolah, dituntut untuk memiliki wawasan yang memadai terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah.

Rabu, 22 Mei 2013

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan acara tahunan yang bertujuan menjadi hari global terbesar dan paling banyak dirayakan untuk aksi lingkungan positif. Kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia berlangsung sepanjang tahun tetapi klimaksnya ada pada tanggal 5 Juni setiap tahun, melibatkan semua orang dari seluruh dunia.
Lingkungan Hidup Sedunia perayaan Hari dimulai pada 1972 dan telah berkembang menjadi salah satu kendaraan utama PBB untuk merangsang kesadaran manusia di seluruh dunia akan pentingnya lingkungan hidup dan mendorong perhatian politik dan mendorong tindakan positif untuk lingkungan.
Melalui Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Program Lingkungan PBB dapat mempersonalisasi masalah lingkungan dan memungkinkan semua orang untuk menyadari tidak hanya tanggung jawab mereka, tetapi juga kekuatan mereka untuk menjadi agen perubahan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga merupakan hari untuk orang-orang dari semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama memastikan pandangan lingkungan yang lebih bersih, lebih hijau dan lebih cerah bagi diri mereka sendiri dan generasi mendatang.
Semua orang pada Hari Lingkungan Hidup Dunia, harus berinisiatif dan acara ini sangat bergantung pada kesadaran masing-masing untuk membuat acara ini terbukti. PBB dengan UNEP-nya, menyerukan tindakan – mengatur sebuah lingkungan bersih, berhenti menggunakan tas plastik dan melakukan penanaman. Hal itulah yang setidaknya kita lakukan.
Semua ini akan sangat bergantung kepada individu masing-masing. Maka, marilah para rimbawan pada khususnya dan seluruh elemen masyarakat pada umumnya, cintai lingkungan hidup kita mulai dari sekarang dan mulai dari hal-hal yang kecil. Jangan sampai kita yang telah dibesarkan oleh lingkungan ini, namun kita sendiri yang merusaknya. Kita adalah pionir untuk peradaban yang lebih baik dan tetaplah membawa jiwa peduli terhadap lingkungan sampai kapanpun. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia.!
*Berbagai Sumber*

Selamatkan Bumi Tercinta

Bloggers Unite - Blog Action Day Tahukan kamu sekarang ini bumi dalam keadaan sekarat? Global warming yang sering disebut-sebut dan diprediksikan akan menimpa bumi, sekarang sudah hampir mendekati kenyataan. Semakin lama bumi semakin dekat dengan kehancuran, namun para manusia masih belum menyadari kehancuran tersebut.
Memang global warming itu masih banyak dipertanyakan orang banyak. Apakah akan terjadi atau tidak. Tetapi bukankah lebih baik menghindarinya?

Pernahkan menonton film The Day After Tomorrow? Film ini berceritakan mengenai efek dari global warming yang awalnya air di lautan meluap, kemudian pada akhirnya membuat negara-negara yang dekat dengan Greenland mengalami pembekuan. Suka atau tidak suka, kita harus menghadapi kenyataan bahwa bumi sudah diambang maut. Keteledoran manusia membuat umur bumi berkurang. Kenapa saya menyebutnya begitu? Karena apabila ditilik lebih lanjut, kita dapat menemui banyak berita mengenai bencana alam. Mulai dari gempa bumi, banjir bandang, kebakaran hutan, dan masih banyak lagi. Beberapa para ahli memprediksikan bahwa beberapa negara di bumi ini akan tenggelam akibat mencairnya es di Kutub Utara. Bahkan di Indonesia sendiri diprediksikan bahwa air laut akan meluap hingga setinggi Monas pada tahun 2040! *percaya nggak percaya sih* :roll:
Belum lagi atas kesalahan manusia, terciptalah kota lumpur, yang sebelumnya adalah kota Sidoarjo. Lumpur panas dari PT Lapindo Brantas telah menimbulkan kerugian fisik dan materi. Sekarang daerah ini telah lumpuh total dan tenggelam layaknya kota yang sudah mati.
Sampai kapan kita akan terus merusak bumi? Apakah kita sudah mencoba untuk mencegah kehancuran tersebut. Apa yang telah saya lakukan untuk menghindari semua itu? Saya sendiri adalah seorang manusia biasa. Namun jangan berpikir hanya karena kita orang kecil dan sendirian, kita tidak bisa melakukan perubahan tersebut. Cobalah dari hal-hal yang paling kecil, seperti buang sampah pada tempatnya, kurangi penggunaan kantong sampah plastik, menghemat kertas, kurangi penggunaan listrik yang berlebihan, jauhi produk-produk yang dapat merusak lingkungan,  cobalah berhenti merokok :lol: , tanam pohon di lingkungan sekitar, ke kantor dengan bersepeda :roll: dan masih banyak lagi. Kemudian tularkan kebiasaan baik ini ke orang-orang di sekitar. Niscaya, kita bisa membuat perubahan tersebut.  *semoga*

Senin, 20 Mei 2013

Sekolah Berbudaya Lingkungan

Inilah yang menurut saya perlu mendapat perhatian kita semua. Alasannya sederhana, "Bumi kita semakin  rusak" lingkungan  tempat kita berada  sudah tidak lagi  memberikan rasa nyaman.  Siapakah yang merusak Bumi ini, jangan sepenuhnya menyalahkan   pihak lain atau orang lain, kita pun terlibat di dalamnya (silahkan renungkan sendiri). Siapa pula yang harus memperbaiki lingkungan, ya kita sendiri.
     ADIWIYATA merupakan program terhadap sekolah untuk mewujudkan sekolah